Labels

Belajar di Luar Kelas II

“ SINAU NENG NJOBONE KELAS, OPO ARTINE REK? “

Membaca judul mozaik gambar diatas mungkin banyak yang bingung dan bertanya-tanya, apa sih arti dari pernyataan tersebut? Apalagi jika yang membaca adalah saudara kita yang tidak pernah ke tanah Jawa. Lho emangnya itu bahasa Jawa? Ok, you benar!

Pernyataan diatas memang sengaja diadopsi dari bahasa Jawa. Bukan bermaksud apa, namun hanya untuk menimbulkan kesan menarik dan penasaran bagi siapa pun yang membacanya.

Menurut Mbah Marijan, kalimat diatas berarti bahwa belajar itu tidak harus terbatas didalam kelas sempit yang dibatasi tembok dan terjepit diantara kursi bangku terbuat dari kayu.

Masih menurut Mbah Marijan, belajar bisa dimana saja. Bahkan, jika perlu diatas Gunung Merapi sekalipun kita bisa belajar. Hebat bukan?

Nah, cara inilah yang coba diterapkan oleh guru-guru di SDSN Sukokerto 1, yakni mengajak belajar siswa dimana saja, bahkan jika perlu sambil di gendong.

Kalian semua tentu masih ingat syair lagu milik almarhum Mbah Surip, bukan? “ Membaca di mana-mana”. Oh. salah! Tak gendong ke mana-mana”.

Seperti halnya syair lagu Mbah Surip, maka “ Belajar dimana-mana” mungkin juga bisa dinyanyikan menjadi lagu reggae yang akan Ngetop seantero Indonesia dan banyak di tiru oleh Bapak/Ibu guru kita.
Klik